Tuesday, December 13, 2011

Ustaz Azhar Idrus - Khalimah Syahadah

Ustaz Azhar Idrus - Mensyukuri Kehidupan

Ustaz Azhar Idrus - Buta Sebelum Celik

Ustaz Azhar Idrus - Hari Yang Tiada Penolong

Dr Muhaya - Hijrah Yang Dituntut

DR MUHAYA-LEMBUT DALAM KEHIDUPAN

DR. MUHAYA - PETA KEHIDUPAN

DR. MUHAYA - PETA KEHIDUPAN

Wakaf Johor...

Kepada sesiapa yang ingin menambah saham akhirat.. mby x tau camne nak carikan... myb juga malu nak bsedekah... ade satu cara... bolehlah lawati http://www.e-wakafjohor.gov.my

Ni antara info serba sedikit pasal wakaf johor :- 


Dengan skim ini berwakaf tidak hanya dilakukan oleh individu tertentu yang mempunyai harta dan kemampuan kewangan sahaja. Malah sesiapa sahaja boleh melakukan ibadah wakaf dengan nilai RM10 bagi satu unit saham.
Antara kelebihan membeli saham wakaf melalui e-wakafjohor.gov.my:
  1. Nilai minimum RM10 seunit.
  2. Saham boleh dibeli untuk diri sendiri, untuk keluarga, saudara mara atau individu yang telah meninggal dunia.
  3. Kemudahan pembayaran yang berintegrasi dengan kebanyakkan bank yang menyediakan sistem perbankan online. (Financial Process Exchange -FPX).
  4. Pewakaf mempunyai akaun di e-wakafjohor.gov.my untuk melihat jumlah saham yang telah dibeli dan pewakaf juga boleh menambah jumlah saham yang dibeli menggunakan akaun yang sama di semua kaunter Pejabat Agama Majlis Agama Islam Negeri Johor.
  5. Resit dah Hujah Wakaf akan diposkan ke alamat yang didaftarkan dalam tempoh 3 hingga 7 hari waktu bekerja.
  6. Resit Saham Wakaf Majlis Agama Islam Negeri Johor adalah sah untuk pelepasan cukai pendapatan. PENGECUALIAN CUKAI PENDAPATAN (no.Rujukan: JHDN.01/35/42/51/179-93-97).
  7. Insya'ALLAH akan mendapat RAHMAT ALLAH S.W.T. 

“ Apabila matinya seseorang anak Adam itu maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara iaitu SEDEKAH JARIAH (WAKAF), ILMU YANG DIMANFAATKANNYA dan ANAK YANG SOLEH yang sentiasa mendoakan kepada kedua ibubapanya." (Hadis Riwayat Muslim )





SAHAM AKHIRAT


Allah SWT yang maha pemurah memberikan pahala yang sangat besar kepada insan yang membaca AL-Quran. Setiap 1 huruf ada pahalanya dan setiap 1 ayat pun ada ditentukan pahalanya yang tidak sama diantara satu sama lain.


Pahala setiap huruf Al- Quran ini dijelaskan dalam bentuk sebuah hadis dari Ibn Mas'ud dari Rasulullah s.a.w :

"Barang siapa membaca satu huruf daripada Kitabullah maka baginya satu kebajikan dan tiap-tiap kebajikan sepuluh gandanya. Aku tidak mengatakan alif, lam, mim satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf"

Mengenai pahala tiap-tiap ayat telah disebut dalam beberapa hadis .
Rasulullah bersabda :

"Sesiapa yang membaca al-Quran sepuluh ayat dalam satu malam, tidak dimasukkan ke dalam golongan orang yang lalai" (riwayat Abu Hurairah r.a)

" Sesiapa yang memelihara solat fardhu tidak termasuk dalam golongan orang yang lalai dan sesiapa yang membaca 100 ayat pada satu malam dimasukkan dalam golongan yang taat." (riwayat Abu Hurairah r.a)


Bagi yang mendengar pula bacaan ayat-ayat suci Al-Quran itu tadi juga mendapat bahagian pahalanya :

"Sesiapa yang mendengar satu ayat daripada al-Quran, ditulis baginya satu kebajikan yang berlipat ganda dan barang siapa yang membacanya adalah baginya cahaya pada hari kiamat."
Sesungguhnya , membaca al-Quran ini merupakan satu jenis pelaburan saham akhirat yang tidak memerlukan modal yang besar . Marilah kita bersama-sama merebut "saham akhirat" ini kerana "dividen dan bonusnya" sangat besar dan membantu kita apabila kita memerlukan di akhirat kelak.. 

TIPS DR.FADZILAH KAMSAH-AMALAN HIDUP ORANG CEMERLANG

TATACARA MAKAN & MINUM

1. Sebelum tidur, maafkan semua orang tak kira siapa.InsyaAllah, Allah lipat gandakan rezeki.

2. Sebelum tidur, berdoa, bergantung kepada apa yg kita hendak sepanjang tidur, otak akan memproses segala impian kita & InsyaAllah, kita akan berusaha kearah itu (ada semangat) dikeesokan harinya.

3. Makan buah sebelum sarapan, makan tengahari dan makan malam adalah mengikut Sunnah dan dapat pahala dan juga boleh rujuk kepada pakar pemakanan, vitamin C dari buah-buahan yg dimakan selepas sarapan, dan makan yang akan diperolehi adalah hampir hilang zatnya.

4. Jangan minum air semasa sedang makan (sarapan dan makan). Minum air selepas 15-30 minit selesai makan. Untuk minum, bagi teguk yg pertama sahaja,biarkan air dalam mulut selama 10 saat kemudian baru ditelan. Teguk kedua seterusnya boleh minum terus sebab air liur ada enzyme yang boleh membunuh kuman dalam pankreas, perut yang seterusnya akan dibawa oleh air tegukan pertama.

5. Seelok-eloknya makan malam sebelum maghrib ikut sunnah (Rasullullah makan sebelum maghrib kecuali bulan Ramadhan saja ie masa maghrib), sebab bagi yg tengah study (atau anak-anak), otak akan berfungsi dengan cemerlang (senang faham dan ingat lebih kurang 2 jam selepas makan, jadi jika makan pada 8:30pm, lebih kurang 10:30pm baru mula belajar dan mungkin hanya boleh bertahan sehingga jam 12 tgh malam saja, jadi, tak byk yg boleh dipelajari berbanding kalau makan pukul 6:30pm. (orang Cina makan malam pada masa ini). Juga, kita tak tidur dalam kekenyangan (yg mana boleh menghindar dari membuat sembahyang malam)


AMALAN DIDIK DIRI SENDIRI

1.Amalkan apa-apa yangg baik (juga amalan-amalan baru) selama 21 hari atau lebih berturut-turut Rasullullah (saw) bersabda, setiap akan menjadi tabiat and kalau tidak, ilmu itu akan mati.

2. Buang segala rasa hasad dengki, dendam dan lain-lain yang tidak baik. Emosi-emosi ini akan membenarkan otak mengeluarkan adrenaline berlebihan, cortisone & toxine yg mana boleh membawa kepada beberapa
penyakit cepat letih, wajah cepat nampak tua sebelum waktunya, selalu sakit perut & dan sebagainya.

Ada 3 kategori manusia :-

1. BERJAYA : Hari ini lebih baik daripada semalam
2. TERPEDAYA : Hari ini sama seperti semalam
3. CELAKA : Hari ini lebih teruk daripada semalam

Tips Agar Selalu Berpikiran Positif


Jadilah Manusia yang senantiasa berPositif Thinking atau berpikir secara positif karena hal ini banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan kita  selain menjaga kestabilan psikis jiwa kita juga dapat menimbulkan power yang luar biasa yang tanpa kita sadari dalam hidup kita!Cobalah lakukan cara-cara di bawah ini dan rasakan apakah membawa perubahan dan manfaat dalam hidup anda! (bahasanye waduh2.. dapat dr wen indon rupanye.. :) x salahkan kita sama2 bkongsi ilmu :D...)

1. Cubalah MELIHAT MASALAH SEBAGAI TANTANGAN
Berpikirlah dan coba renungkan bahwa masalah bukan merupakan beban hidup akan tetapi merupakan tantangan yang harus kita hadapi dan kita pecahkan dengan kemampuan,keiklasan dan ketulusan. Masalah akan menjadikan kita lebih peka, t,arif dan bijak dalam menyelesaikannya

2. MENIKMATI HIDUP
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hatidan akan merasakannya sebagai suatu karunia yang memang diciptakan Tuhan untuk kita!dan akan lebih bersyukur atas segala yang dialaminya dalam hidup

3. PIKIRAN TERBUKA UNTUK MENERIMA SARAN DAN IDE
Pikiran terbuka membutuhkan kebesaran hati dan tentu kesabaran. karena dengan begitu, akan ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Kritikan, Saran dan ide dari luar merupakan suatu kekuatan tambahan yang perlu di kaji, direnungkan serta disususn menjadi sebuah energi yang memiliki nilai lebih untuk kedepannya! semakin banyak saran dan ide semakin berkembang kearifan kita dalam berkreasi

4. MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF SEGERA SETELAH PIKIRAN ITU TERLINTAS DI BENAK Suatu kendala yang sebetulnya bisa diatasi dengan kepala dingin jika sudah dilandasi dengan pikiran negatif ternyata hanya akan menimbulkan masalah baru.contoh : “jangan katakan Saya gagal Menempuh ujian tapi ka”Lulus sudah pasti saya bisa akan tetapi mungkin waktunya belum tepat dan kemampuan saya harus saya tingkatkan”, Jangan katakan saya tidak bisa, tapi katakan saya pasti bisa!

5. MENSYUKURI APA YANG DIMILIKI
Hindari berkeluh kesah tentang apapun yang tidak dimiliki karena justru akan menjadi beban. sebaliknya jadikan hal itu sebagai motivasi untuk meraih hidup yang diharapkan.

6. TIDAK MENDENGAR GOSIP YANG TAK MENENTU
Sudah pasti gosip erat sekali dengan berpikir negatif. karena itu sebisa mungkin jauhi gosip-gosip yang tak jelas asalnya.Karena gosip-gosip negatif akan mempengaruhi langkah-langkah yang sudah kita jalankan dan juga langkah-langkah kedepan kita! Anggaplah gosip sebagai omongan besar dari seseorang yang memang merupakan kebohongan besar!

7. TIDAK MEMBUAT ALASAN TETAPI AMBIL TINDAKAN NATO ( No Action, Talk Only )
itu adalah ciri khas orang berpikir negatif. maka ambilah tindakan dan buktikan bahwa anda bisa mengatasi masalah sebagai orang yang berpikir positif.

8. MENGGUNAKAN BAHASA YANG POSITIF S
aat kita berkomunikasi dengan orang lain gunakan kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme sehingga dapat memberikan semangat terhadap lawan bicara kita serta berusala untuk melihat dan memperhatikan pembicaraan orang tersebut agar orang tersebutpun merasa dihargai

9. MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
Diantara bahasa tubuh yang lain senyum merupakan wujud dari berpikir positif karena akan menimbulkan kesan bersahabat dan akan menjadi lebih akrab dengan suasana.dan senyum anda bukan saja akan mempengaruhi anda tetapi akan mempengaruhi orang-orang disekitar anda

10. PEDULI PADA CITRA DIRI
Itu sebabnya, mereka berusah tampil baik bukan hanya di luar tetapi juga di dalam. Itulah sepuluh tanda orang berpikir positif semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda. jadilah orang yang berpikir positif dalam menyelesaikan masalah sehingga kita tidak akan terbebani dengan hidup ini.

KISAH NABI YA'QUB A.S


Kisah Nabi Ya’qub tidak terdapat didalam Al-Qur’an secara tersendiri. Namun nama Nabi Ya’qub disebut didalam hubungannya dengan Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yusuf dan lain-lain. Kisah ini bersumber dari kitab-kitab tafsir dan buku sejarah.
Ahlul kitab menyebutkan bahwa ketika Ishak menikahi Rifqa binti Bitawayil, Ishak berusia 40 tahun. Ketika itu ayahnya, Ibrahim, masih hidup. Rifqa adalah seorang wanita mandul, lalu Ishak berdoa kepada Allah hingga akhirnya ia pun hamil. Maka lahirlah darinya dua orang anak laki-laki. Yang pertama bernama Aishu (oleh bangsa arab disebut Al Aish). Ia adalah nenek moyang bangsa Romawi. Sedangkan yang kedua bernama Ya’qub, yang merupakan nenek moyang Bani Israil.
Ahlul kitab menyebutkan bahwa Ishak lebih menyukai Aishu dibanding Ya’qub. Sedangkan Rifqa lebih menyukai Ya’qub
Saat Ishak berusia lanjut dan pandangannya sudah memudar, ia meminta makanan kepada puteranya, Al Aish. Ishak menyuruhnya pergi berburu. Lalu Al Aish pun berangkat dan pulang dengan membawa hasil buruan. Selanjutnya ia memasakannya untuknya agar ayahnya mau mendoakannya. Pada saat itu, Rifqa pun menyuruh Ya’qub untuk menyembelih dua ekor anak kambing yang paling muda dan paling bagus, lalu memasaknya. Kemudian Ya’qub datang dengan membawa masakannya itu lebih awal daripada saudaranya, dengan maksud agar ayahnya mau mendoakannya. Ibunya memakaikan kepada Ya’qub pakaian saudaranya, Al Aish.
Ketika Ya’qub sampai ditempat ayahnya, ia menghidangkan makanan itu kepada Ishak. Kemudian Ishak bertanya, “Siapa kamu ini?” “Aku puteramu,” sahut Ya’qub. Selanjutnya Ishak mendekap Ya’qub seraya berucap, “Suara ini adalah suara Ya’qub, sedangkan kulit dan pakaiannya milik Al Aish.”
Dan setelah selesai memakan, Ishak pun mendoakannya agar mempunyai kemampuan lebih besar daripada saudara-saudaranya, kalimatnya menjadi lebih tinggi atas mereka dan bangsa-bangsa setelahnya, serta agar senantiasa diberi rezki yang melimpah dan anak yang banyak.
Setelah pergi dari sisi ayahnya, saudaranya, Al Aish datang dengan membawa apa yang diperintahkan ayahnya, lalu ia mendekatkan kepadanya. Maka ayahnya itu berkata kepadanya, “Hai anakku, apa ini?” “Ini adalah makanan yang engkau inginkan,” jawab Al Aish. Maka Ishak pun berkata, “Bukankah tadi engkau sudah membawakan makanan itu kepadaku dan sudah aku makan, dan aku pun telah mendoakanmu?” Maka Al Aish menjawab, “Demi Allah, tidak.”
Akhirnya ia mengetahui bahwa saudaranya, Ya’qub telah mendahuluinya. Maka marahlah ia dan ia berjanji akan membunuh saudaranya tersebut jika kedua orangtuanya telah meninggal dunia. Dan ia meminta ayahnya agar mendoakannya dengan doa yang lain lagi serta memohon agar anak keturunannya besar lagi kuat, dan supaya diberi rezki yang melimpah.
Ketika mendengar janji Al Aish itu, ibunya langsung memanggil Ya’qub dan menyuruhnya agar pergi menemui saudara ibunya yang bernama Laaban. Laaban bertempat tinggal di Huran, Irak. Ibunya menyarankan agar Ya’qub tetap tinggal bersama keluarga Laaban hingga emosi Al Aish mereda. Selain itu, ibunya juga menyarankan agar menikah dengan puteri dari saudaranya, Laaban. Kemudian ibunya berkata kepada suaminya, Ishak agar menyuruh Ya’qub melakukan hal tersebut serta mendoakannya. Maka Ishak pun memenuhi permintaan isterinya itu.
Sejak hari tersebut, Ya’qub ‘alaihissalam pergi meninggalkan mereka menuju Irak. Setelah Ya’qub A.S pergi dari kampung halamannya seperti telah dijelaskan sebelumnya, Maka Ya’qub pun memulai perjalanannya menuju Huran, Irak.
Pada sore hari itu ia sampai di suatu tempat. Kemudian ia mengambil sebuah batu dan meletakkannya di bawah kepalanya dan kemudian tidur di sana. Dalam tidurnya itu ia bermimpi melihat mi’raj yang menjulur dari langit menuju ke bumi, ternyata ia menyaksikan para malaikat sedang menaiki dan menuruni mi’raj tersebut. Dan Allah berbicara dengannya seraya berucap, “Sesungguhnya Aku akan berkahi kamu dan memperbanyak keturunanmu serta Aku jadikan bumi ini untukmu dan untuk anak keturunanmu yang hidup setelahmu.”
Ketika bangun, Ya’qub merasa gembira dengan mimpi yang dialaminya. Kemudian ia bernazar kepada Allah Azza wa Jalla. Jika ia pulang kepada keluarganya dalam keadaan selamat, maka ia akan membangun di tempat ini sebuah tempat untuk menyembah Allah. Selain itu Ya’qub juga bernazar bahwa seluruh rezki yang dikaruniakan kepadanya, maka sepersepuluhnya adalah untuk Allah S.W.T.
Kemudian ia bertolak menuju batu tersebut dan menandainya dengan olesan minyak supaya dapat dikenali. Ia menamai tempat itu Baitu Eil atau Baitullah. Dan tempat itulah yang sekarang disebut baitul Maqdis yang dibangun oleh Ya’qub. Sebagaimana hal itu akan diuraikan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.

Ketika sampai di tempat pamannya di Huran, Ya’qub mengetahui bahwa pamannya ternyata mempunyai dua orang anak perempuan. Yang tertua bernama Layya dan yang termuda bernama Rahil. Rahil mempunyai wajah lebih cantik daripada Layya. Kemudian Ya’qub maju untuk menikahi Rahil, dan pamannya pun mengiyakan dengan syarat Ya’qub harus mau menggembala kambingnya selama tujuh tahun.

Setelah beberapa saat berlalu dari kehidupannya bersama pamannya, Laaban, Ya’qub membuat makanan, lalu mengumpulkan orang-orang untuk makan bersama. Pada suatu malam, ia didatangi oleh puteri pamannya yang tertua, Layya. Ketika bangun pada pagi harinya, Ya’qub mendapatkan Layya bersamanya. Maka ia pun berkata kepada pamannya, Laaban: “Engkau telah menipuku. Sesungguhnya engkau telah memberikan Rahil untuk aku nikahi.” Lalu pamannya berkata kepadanya, “Bukan kebiasaan kami untuk menikahkan anak perempuan yang lebih muda sebelum kakaknya menikah. Karenanya, jika engkau mencinati saudaranya, Rahil, maka bekerjalah tujuh tahun lagi, maka aku akan menikahkanmu dengan Rahil.”
Maka Ya’qub pun mau bekerja bersama pamannya itu selama tujuh tahun. Lalu pamannya mempertemukan Rahil dengan Ya’qub bersama saudaranya juga, Layya. Dan hal itu boleh dilakukan dalam agama mereka pada saat itu, lalu hal itu dihapuskan dalam syari’at Taurat. Hal itu saja sudah cukup untuk menjadi dalil penghapusan, karena perbuatan Ya’qub ‘alaihissalam menunjukkan diperbolehkannya yang demikian itu, sedang Ya’qub adalah seorang yang terpelihara dari perbuatan dosa.

Setelah tujuh tahun bersama Layya, maka Laaban pun menikahkan Rahil kepada Ya’qub A.S. Selanjutnya, Laaban memberikan kepada masing-masing puterinya tersebut seorang budak perempuan. Kepada Layya diberikan budak yang bernama Zulfa, sedangkan kepada Rahil diberikan budak yang bernama Balha.
Dengan kelemahan yang ada pada Layya, justru Allah mengkaruniakan kepadanya beberapa orang anak laki-laki, yaitu: Rubail, Syam’un, Lawa, dan kemudian Yahudza. Keadaan itu menjadikan Rahil cemburu, karena ia tidak kunjung hamil. Lalu Rahil menyerahkan budaknya, Balha kepada Ya’qub, lalu Ya’qub mencampurinya sehingga Balha pun hamil. Maka lahirlah dari budak tersebut seorang anak laki-laki yang lain yang diberi nama Naftali. Ketika itu, Layya pun menyerahkan budaknya, Zulfa kepada Ya’qub ‘alaihissalam, dan dari Zulfa ini lahirlah dua orang anak laki-laki, yaitu Jaad dan Asyir
Setelah itu Layya pun kembali hamil. Maka lahirlah anak laki-laki yang kelima dari Layya yang diberi nama Yasakhir. Kemudian Layya kembali hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Zabilun. Lalu anak terakhir dari Layya adalah seorang perempuan yang diberi nama Dina. Dengan demikian, dari pernikahan Ya’qub A.S dengan Layya, beliau dikaruniai tujuh orang anak.

Kemudian Rahil berdoa dengan memohon kepada Allah supaya dikaruniai anak laki-laki dari suaminya, Ya’qub. Maka Allah pun mendengar dan mengabulkan permohonannya. Lalu Rahil pun hamil sehingga lahirlah seorang anak laki-laki yang agung, mulia lagi tampan, yang diberi nama Yusuf

Dari Rahil juga Ya’qub memiliki anak yang bernama Benyamin. Pada saat itu, mereka tinggal di negeri Huran, Irak. Ya’qub bekerja menggembalakan kambing pamannya, Laaban selama 20 tahun.
Suatu hari, Ya’qub memohon suatu hal kepada pamannya. Laaban berkata: “Sesungguhnya aku telah diberi karunia yang melimpah karenamu, maka mintalah harta kepadaku sesuka hatimu.” Maka Ya’qub menjawab, “Berikan kepadaku setiap anak kambingmu yang dilahirkan tahun ini: yang berwarna belang, juga setiap kambing yang berwarna hitam bercampur putih, serta anak kambing yang tidak bertanduk dan berwarna putih.” Pamannya menjawab, “Baik, akan kuberikan semua itu kepadamu.”
Lebih lanjut Ya’qub mengambil potongan dahan pohon lauz (badam) yang masih basah dan berwarna putih, lalu mengupas kulitnya dengan warna hitam bercampur putih dan menaruhnya di tempat minumnya, supaya dengan demikian itu kambing itu melihatnya dan merasa takut karenanya sehingga anak yang berada di perutnya bergerak-gerak, lalu warna anak kambing tersebut ketika lahir akan berwarna seperti warna dahan kayu tersebut.
Dan yang demikian itu merupakan sesuatu yang diluar kebiasaan dan termasuk mukjizat. Akhirnya Ya’qub mempunyai kambing yang sangat banyak dan hewan-hewan lainnya. Keluarga Laaban pun sangat kagum dengan hal itu.



Setelah puluhan tahun tinggal bersama keluarga Laaban, Ya’qub A.S menerima wahyu Allah Azza wa Jalla supaya pulang kembali ke negeri ayahnya, Ishak, dan juga kaumnya. Allah menjanjikan akan menyatukannya dengan ayahnya. Lalu Ya’qub menjelaskan hal itu kepada Laaban, dan mereka pun mentaatinya. Laaban menitipkan kedua puterinya dan juga cucunya kepada Ya’qub. Maka perjalanan Ya’qub kembali ke negeri ayanya pun dimulai
Ditengah perjalanan, Ya’qub disambut oleh para malaikat yang menyampaikan kabar gembira kepadanya. Lalu Ya’qub mengirim utusan kepada saudaranya, Al Aish untuk menyampaikan kepadanya secara lemah lembut dan penuh kerendahan hati. Lalu utusan itu pulang dan menyampaikan kepada Ya’qub bahwa Al Aish telah berangkat dengan 400 orang menuju kepadanya.
Maka Ya’qub pun merasa benar-benar takut akan hal itu. Lalu ia berdoa memohon kepada Allah dan bertasbih kepada-Nya. Ia memohon agar dilindungi dari kejahatan saudaranya, Al Aish. Ia telah mempersiapkan hadiah besar untuk saudaranya itu, yaitu berupa 200 ekor kibas, 20 ekor kambing jantan, 100 ekor kambing betina, 20 ekor biri-biri, 30 ekor unta perahan, 40 ekor sapi betina, 20 ekor sapi jantan, 20 ekor keledai betina, dan 10 ekor keledai jantan. Kemudian Ya’qub menyuruh beberapa budaknya untuk menggiring masing-masing jenis hewan. Ya’qub menyuruhnya agar antara masing-masing jenis diberikan jarak. Ia berpesan, jika bertemu dengan Al Aish, lalu bertanya: “Milik siapa semua ini?” Maka mereka harus menjawab : “Milik hambamu, Ya’qub. Ia menghadiahkan semua ini untuk tuanku, Al Aish.” Untuk selanjutnya berkata: “Ia (Ya’qub) akan datang setelah kami.”

Ya’qub tertinggal oleh dua isteri dan dua budak mereka dan kesebelas puteranya dengan jarak dua malam. Ia melakukan perjalanan pada malam hari dan bersembunyi pada siang harinya. Pada waktu fajar hari kedua tiba, muncullah malaikat di hadapan Ya’qub yang berwujud seorang laki-laki. Ya’qub menduga ia adalah manusia biasa, lalu ia mendatangi orang itu untuk menyerang dan mengalahkannya. Namun malaikat itu berbalik menyerang bagian pahanya sehingga Ya’qub terlihat pincang. Setelah sinar pagi muncul, malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa namamu?”

“Ya’qub,” jawabnya.
Lalu malaikat itu berkata, “Setelah hari ini, kamu tidak dipanggil kecuali dengan nama Israil.”
Maka Ya’qub bertanya, “Siapakah engkau ini sebenarnya, dan siapa pula namamu?”
Lalu malaikat itu pergi meninggalkannya dan Ya’qub pun mengetahui bahwa ia adalah malaikat. Maka kaki Ya’qub pun menjadi pincang.
Kemudian Ya’qub melihat saudaranya Al Aish telah datang bersama 400 orang dan Ya’qub pun langsung bersujud kepadanya. Bersujud pada masa itu merupakan salah satu bentuk penghormatan, yaitu sama seperti sujudnya para malaikat kepada Adam.
Melihat hal tersebut, luluhlah hati Al Aish dan ia langsung memeluk dan mencium Ya’qub sambil menangis. Lalu Al Aish melihat beberapa wanita dan juga anak-anak seraya bertanya, “Dari mana engkau mendapatkan mereka ini?”
Ya’qub menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang telah dianugerahkan Allah kepada hambamu ini.” Lalu merekapun semua bersujud kepadanya. Kemudian Al Aish pulang menuju ke bukit Sa’id, diikuti oleh Ya’qub beserta keluarganya, binatang ternak serta budak-budaknya.
Ketika melewati Sakhur, Ya’qub membangun sebuah rumah untuknya sebagai tempat berteduh. Kemudian melewati Ursyalim, kampung Sakhim. Disana ia membeli sebidang tanah dengan harga 100 ekor kambing betina. Kemudian Allah menyuruh Ya’qub mendirikan tempat itu untuk berdakwah disana. Dan sekarang tempat itu lebih dikenal dengan Baitul Maqdis, yang dulu pernah direnovasi oleh Sulaiman A.S. Itulah tempat batu yang dulu pernah ditandai Ya’qub A.S dengan olesan minyak
Akhirnya Ya’qub berhasil mendatangi ayahnya, Ishak, lalu ia menetap bersamanya di desa Habrun yang terletak di daerah Kan’an tempat Ibrahim A.S dulu tinggal. Tidak lama kemudian, Ishak jatuh sakit dan meninggal pada usia 180 tahun. Ishak dimakamkan oleh kedua puteranya Al Aish dan Ya’qub berdampingan dengan ayahnya, Ibrahim


KISAH NABI ISHAK A.S



Dia adalah salah seorang anak Nabi Ibrahim dari isterinya
yang bernama Sarah.  Ishak dalam bahasa Ibrani bermaksud ketawa.
Dalam Al-Quran dikisahkan bahawa Sarah tertawa ketika
mendapat berita bahawa dia akan memperoleh seorang anak
lelaki sedangkan usianya pada waktu itu sudah sangat
lanjut (90 tahun).



Mengenai kelahiran Ishak, Allah berfirman:
“Dan Kami beri ia kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang shalih. Kami limpahkan keberkahan atasnya dan atas Ishak. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada pula yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.” (Al Shaffaat 112-113)
Kabar gembira tersebut disampaikan para malaikat kepada Ibrahim dan Sarah ketika mereka berjalan bersama keduanya menuju ke beberapa kota kaum Luth. Para malaikat berangkat kesana untuk menghancurkan kaum Luth karena kejahatan dan kemungkaran mereka.
Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Ibrahim menjawab, “Selamat.” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang
Maka ketika dilihatnya tangan para tamunya tidak menjamah makanan tersebut, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, ‘janganlah kamu takut. Sesungguhnya kami adalah para malaikat yang diutus kepada kaum Luth.’
Dan Sarah istri Ibrahim berdiri lalu ia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak akan lahir puteranya Ya’qub.
Sarah berkata, “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan ini suamikupun dalam keadaan sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat aneh.”
Para malaikat itu berkata, “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? Itu adalah rahmat Allah. Dan keberkatan-Nya dicurahkan kepadamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha terpuji lagi Maha pemurah.”
Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.” (Al Hijr 51-56)

KISAH NABI LUTH A.S


Nabi Luth ialah anak saudara Nabi Ibrahim tetapi dia
menetap di Sagum, Jordan.  Moral penduduk yang
dihadapi oleh Luth luar biasa rosaknya.  Mereka melakukan
berbagai-bagai kejahatan dan yang paling parah baik lelaki
mahupun perempuan ialah memuaskan nafsu seksual sesama jenis.

Maka turunlah musibah yang amat dahsyat berupa bencana alam
yang sangat mengerikan.  Negeri itu digoncang sehingga
seluruh kaumnya binasa.  Hanya Luth dan dua orang anak
perempuannya yang terselamat.



Luth adalah putera Haran bin Tarikh (Ayah dari Ibrahim A.S). Luth adalah putera saudara Ibrahim Khalilullah yang bernama Haran. Sebagaimana telah disebutkan, Ibrahim, Haran dan Nahur adalah saudara kandung.

Luth A.S pergi meninggalkan tempat tinggal pamannya, Ibrahim A.S atas perintah dan izin menuju ke sebuah daerah yang dikenal dengan Gharzaghar, lalu ia singgah di kota Sadum, yaitu ibukota Gharzaghar. Penduduk Gharzaghar terdiri dari orang-orang jahat dan kafir. Mereka sering melakukan perampokan dan melakukan berbagai kemungkaran.

Mereka melakukan kemungkaran dalam bentuk baru yang belum pernah dilakukan seorangpun sebelumnya, yaitu homoseksual (hubungan seksual sesama jenis). Lebih dari itu, mereka meninggalkan wanita dan menyerahkan mereka kepada orang-orang shalih saja.

Luth A.S menyeru mereka untuk menyembah Allah S.W.T serta melarang mereka mengerjakan perbuatan keji mereka. Luth A.S mengatakan kepada mereka, “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka) bukan kepada wanita.”

Jawab kaumnya, “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Tahun demi tahun berlalu sedangkan Luth A.S tetap sabar berdakwah kepada kaumnya, menyerukan mereka agar beriman dan mengikuti jalan yang benar. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteri (negeri)ku, mereka lebih suci bagi kalian.” Namun penolakan terhadap seruan-seruan Luth semakin meningkat sehingga kaumnya mengatakan:

“Datangkanlah kami Azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”
Kemudian Luth berdoa kepada Allah agar menolongnya dan mendatangkan azab kepada kaumnya. Kemudian Allah S.W.T mengutus beberapa malaikat yang datang kepada Nabi Luth dalam sosok pemuda-pemuda yang tampan. Malaikat-malaikat tersebut sampai di pagar kota Sadum, dimana anak perempuan Luth A.S sedang mengambil air.

Salah satu malaikat bertanya kepada anak itu, “Wahai anak perempuan, apakah ada rumah disini?” Anak Nabi Luth tercengang melihat ketampanan orang-orang tersebut. Lalu ia menjawab: “Hendaklah kalian tetap disini sampai aku memberitahu ayahku, kemudian ayahku akan mendatangi kalian.”
Anak itu kemudian memberitahu ayahnya, “Ayahku, ada pemuda-pemuda yang ingin menemuimu di pintu kota. Aku belum pernah melihat wajah-wajah seperti mereka.” Setelah itu Luth bergegas menuju pintu kota dan menemui tamunya. Ketika Luth melihat wajah-wajah mereka, Luth A.S berkata kepada dirinya sendiri: “Ini adalah hari yang sangat sulit.”

Beliau bertanya kepada mereka: “Dari mana kalian datang dan apa tujuan kalian?” Para malaikat malah terdiam dan justru memintanya untuk menjamu mereka.” Kemudian beliau berjalan di depan mereka sedikit lalu beliau berhenti sambil menoleh kepada mereka dan berkata: “Saya belum mengetahui kaum yang lebih keji di muka bumi ini selain penduduk negeri ini.” Beliau mengatakan demikian dengan maksud agar mereka mengurungkan niat mereka untuk bermalam di negerinya. Namun mereka tidak peduli dengan ucapan Nabi Luth dan mereka tidak memberikan komentar atasnya.

Kemudian Nabi Luth dengan sangat berhati-hati membawa mereka ke rumahnya. Kegelapan mulai menyelimuti kota. Nabi Luth menemani tiga tamunya itu berjalan menuju rumahnya. Tak seorang pun dari penduduk kota yang melihat mereka. Namun isterinya melihat mereka sehingga ia keluar menuju kaumnya dan memberitahu mereka kejadian yang dilihatnya. Kemudian tersebarlah berita dengan begitu cepat dan selanjutnya kaum Nabi Luth beramai-ramai ke berkumpul di depan rumah beliau. Allah SWT berfirman:
“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya kerana kedatangan mereka, dan dia berkata: ‘Ini adalah hari yang amat sulit.’ Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergesa-gesa. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji.” (QS. Hud: 77-78)

Nabi Luth bertanya pada dirinya sendiri: “Siapa gerangan yang memberitahu mereka?” Kemudian ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari isterinya namun ia tidak menemuinya. Maka bertambahlah kesedihan Nabi Luth.
Nabi Luth berkata kepada kaumnya:

“Dia berkata: ‘Hai kaumku, inilah puteri-puteri (negeriku) mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal.” (QS. Hud: 78)
“Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahawa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.’” (QS. Hud: 79)

Nabi Luth kemudian masuk kembali kedalam rumahnya dan berkata kepada dirinya sendiri:
‘Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).’” (QS. Hud: 80)

Pada saat itulah para malaikat berkata:
‘Hai Luth sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-sekali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu.” (QS. Hud: 81)
Lebih lanjut para malaikat itu memberitahukan kepada Luth A.S : “Sesungguhnya ia (kaum Nabi Luth) akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab adalah pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sudah dekat?”

Menurut ahlul kitab, para malaikat itu menyuruh Luth dan orang-orang beriman mendaki puncak gunung seraya berkata: “Pergilah, kami akan menunggumu sehingga engkau benar-benar sudah jauh dan aman.”
Allah berfirman:
“Maka ketika azab Kami datang, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang zalim.” (Huud 82-83)

Negeri itu diporak-porandakan oleh Jibril dengan menggunakan sayapnya. Negeri tersebut diangkat sampai ke langit kemudian dibalikkan dan dihujani dengan batu-batu sehingga seluruh penduduknya mati. Demikianlah azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth yang melampaui batas.
Moral cerita ini adalah sesuai dengan firman Allah S.W.T:
“Dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah. Lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang mana kamu ragu-ragu?” (Al Najm 53-55)

KISAH NABI ISMAIL A.S


Suatu hari Ibrahim telah mendapat mimpi agar menyembelih
anak kesayangannya itu.  Mula-mula Ibrahim berasa amat sedih
menerima mimpi itu.  Namun, sebagai seorang yang soleh
dan taat, dia berniat melaksanakan perintah ALLAH itu dan kemudian
menyampaikan berita itu kepada Ismail.  Tanpa ragu-ragu
Ismail meminta ayahnya melaksanakan perintah itu dengan
segera.  Tetapi sewaktu perintah itu dilaksanakan, ALLAH
menggantikan Ismail dengan seekor kambing.


Dikisahkan Al Sadi bahwa, setelah Allah memerintahkan Ibrahim dan Ismail membangun Baitullah, keduanya tidak mengetahui dimana yang harus dibangun. Lalu Allah mengutus angin yang disebut ‘Al Khajuj’. Lalu angin tersebut membersihkan tempat disekeliling Ka’bah yang menjadi dasar pembangunan Baitullah. Kemudian keduanya mengikuti angin tersebut dengan menggali tanah dengan cangkul sehingga keduanya mengikuti angin tersebut sehingga keduanya meletakkan pondasi. Yang demikian itu terjadi ketika Allah berfirman “Dan ingatlah, ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (Al Hajj 26)

Ibnu Abi Hatim menyebutkan, Ibrahim dan Ismail membangun Baitullah dari lima gunung. Lalu Dzulkarnain, raja bumi pada waktu itu berjalan melewati mereka berdua, maka iapun bertanya “Siapa yang menyuruh kalian berdua membangun ini?” “Allah yang menyuruh kami membangun Baitullah, ” jawab Ibrahim. Kemudian Dzulqarnain berkata “Apa buktinya?” Maka setelah itu lima gunung yang menjadi sumber batu baitullah bersaksi bahwa Allah memang menyuruh Ibrahim mengerjakan pembangunan Baitullah.  Kemudian Dzulkarnain pun beriman dan membenarkan.

Setelah Ibrahim dan Ismail membuat pondasi dan membangun tiang, Ibrahim berkata kepada Ismail “Hai puteraku, carikan batu yang baik untukku yang akan aku letakkan disini.” Ismail menjawab, “Hai ayahku, aku benar-benar lelah.” Lalu ibrahim berkata “Ya sudah berangkat saja.”
Kemudian Jibril membawakan batu hajar aswad dari India yang berwarna putih. Dikisahkan bahwa dulu Adam turun dengan membawa batu tersebut dari surga. Dan batu itu berubah warna menjadi hitam disebabkan oleh kesalahan dan dosa manusia.

Ismail bertanya, “Hai ayahku, siapa yang membawa batu ini?” Ibrahim menjawab, “Dibawa oleh yang lebih semangat daripada dirimu.” Setelah beberapa waktu, maka selesailah pembangunan Baitullah ini.
Mengenai pembangunan Baitullah ini, Allah berfirman:

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia adalah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata diantaranya; maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu), maka ia akan menjadi aman. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran 96-97)
kemudian dalam surat lain Allah berfirman:

Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail seraya berdoa, “Ya Tuhan kami, terimalah dari Kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Ya Tuhan kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan jadikanlah diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatMu dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (Al Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (Al-Baqarah 124-129)